
Tampilkan postingan dengan label Fisika Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fisika Lingkungan. Tampilkan semua postingan

KARYA ILMIAH YANG TERKAIT
Karya Ilmiah Dalam Bentuk Buku:
- Palilingan, R. N. 1995. Termodinamika Udara. Tondano: Jurusan Pendidikan Fisika, FPMIPA IKIP Manado.
- Palilingan, R. N. 1997. Aplikasi Analisis Dimensional. Tondano: Jurusan Pendidikan Fisika, FPMIPA IKIP Manado.
- Palilingan, R. N., Marianus, Tengko, S. N., dan Pungus, M. M. 2003. Panduan Praktikum Fisika Lingkungan. Tondano: Jurusan Fisika FMIPA UNIMA.
- Palilingan, R. N. 2003. Fisika Lingkungan. Cetakan I. Manado: Media Pustaka.


- Palilingan, R. N. 2009. Model Aktivitas Praktikum Lapangan Berbasis Ergonomi. Cetakan I. Tondano: Kelompok Konsentrasi Fisika Lingkungan.
- Palilingan, R. N. 2009. Ringkasan Disertasi: Model Aktivitas Praktikum Lapangan Berbasis Ergonomi (APeLErg) Memperbaiki Respon Fisiologis Tubuh, Menurunkan Kelelahan, dan Meningkatkan Kinerja Dibandingkan dengan Model Lama (APeL) pada Mahasiswa FMIPA UNIMA. Cetakan I. Tondano: Kelompok Konsentrasi Fisika Lingkungan.
- Palilingan, R. N. 2010. Pengantar Biofisika Lingkungan. Cetakan I. .Tondano: Kelompok Konsentrasi Fisika Lingkungan.
- Palilingan, R. N. 2006. The Use of Eight Aspects of ergonomics as a Holistic tool to Evaluate Performance of an Enterprise Properly. Poster Presentation on Ergo Future 2006, International symposium on Past, Present, and Future Ergonomics Occupational Safety and Health. Department of Physiology, Udayana University–School of Medicine. Denpasar, Bali Indonesia, 2006 August 28-30.
- Palilingan, R. N dan Pungus, M, M. 2007. Prospek Penerapan Pendekatan Ergonomi Total pada Akivitas Praktikum Lapangan Berdasarkan Evaluasi terhadap Respons Fisiologis Tubuh dan Tingkat Kelelahan Mahasiswa. Proceeding Seminar Nasional Ergonomi 2007. Bandung: 26-28 Juli 2007.
- Pungus, M. M dan Palilingan, R. N. 2007. Evaluasi Beban Kerja dan Strain Fisiologis pada Aktivitas Praktikum Lapangan Mahasiswa FMIPA UNIMA. Proceeding Seminar Nasional Ergonomi 2007. Bandung: 26-28 Juli 2007.
- Purnomo, H. Dewantara, M. Y. dan Palilingan, R. N. 2006. Penilaian Performansi Operator Komputer. Proceeding Seminar Nasional Ergonomi dan K3, ITS Surabaya, Juli.
- Aspek Biofisika Aktivitas Praktikum Lapangan.
- Palilingan, R. N. 2009. Model Activity Of Ergonomics-Based Field Work (Apelerg),
Compared With The Conventional Model (Apel), Improves Physiological Responses, Decreases Fatigue, And Increases Performance Of The Students Of FMIPA UNIMA. Presented on The 17th Congress of the International Ergonomics Association. August 9 - 14, 2009 Beijing, China.

BIOFISIKA KERJA

Biofisika Kerja adalah menyangkut konsep-konsep fisika yang penting ketika seseorang melakukan suatu aktivitas kerja, dalam suatu sistem kerja. Suatu sistem kerja terdiri dari tiga komponen utama yaitu manusia (pekerja) lingkungan fisik, alat/bahan yang digunakan dalam kerja, dan organisasi. Dalam melakukan aktivitas kerja, tubuh pekerja akan berinteraksi dengan lingkungan fisik dan peralatan yang digunakan. Dalam interaksi tersebut konsep fisika yang penting dipahami adalah menganai konsep eneri. Sebagai contoh ketika seseorang melakukan suatu aktivitas kerja di luar ruangan, orang tersebut akan terpapar pada sinar matahari langsung, suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin. Oleh karena aktivitas kerja yang dilakukan maka metabolisme sel-sel tubuh akan meningkat. Sebagai akibatnya maka suhu tubuhpun akan meningkat pula. Secara fisiologis ada meknisme termoregulasi yang di atur oleh pusat sistem saraf untuk menjaga agar suhu tubuh tetap pada suatu nilai set point yang tetap yaitu 37 derajat Celsius. Bila rata-rata suhu tubuh 37 derajat Celsius maka tubuh dalam keadaan keseimbangan termal, artiny
a panas yang diproduksi melalui proses metabolisme tubuh seimbang dengan panas yang dilepaskan keluar tubuh. Masalah terjadi ketika suhu rata-rata tubuh lebih besar atau lebih kecil dari nilai set point. Bila suhu tubuh lebih tinggi dari nilai set point, berarti terjadi surplus panas dalam tubuh. Sebaliknya bila lebih kecil dari nilai set point tubuh akan mengalami defisit panas.Apapun aktivitas kerja yang dilakukan, sebaiknya diupayakan agar suhu tubuh berada di sekitar nilai set point. Untuk mengatur agar dapat terjadi keseimbangan termal, diperlukan pengetahun tentang ergonomi. Informasi Bermanfaat ikuti Scribd saya. Ikuti juga website saya Rolles Nixon Palilingan.


